Cari Blog Ini

Jumat, 26 Februari 2016

HIKMAH GERAKAN SHALAT


Ini dia manfaat shalat bagi seorang muslim. selain untuk mendekatkan diri kepada Allah Sang Maha Pencipta, juga bermanfaat dalam segi kesehatan lho.
Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga aspek "olah rohani" yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau"jalinan komunikasi" antara hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalatpun mengandung banyak keajaiban.
 Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan
hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah serta istikamah (konsisten dilakukan).
 
Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. mengungkapkan bahwa :
  1. Gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanas tubuh.
  2. Membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di otak mendapatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).
  3. Kita dapat menganalisis kebenaran
  4. sabda Rasulullah SAW  dalam kisah diawal :
1. "Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka
bertakbirlah.„ Saat takbir Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). Takbir ini dilakukan ketika hendak rukuk, dan ketika
bangkit dari rukuk. Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud.
Apa maknanya?
Pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita, sehingga keseimbangan tubuh terjaga.
2. "Rukuklah dengan tenang (tumaninah)." Ketika rukuk, Rasulullah SAW
      meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut (HR Bukhari dari Sa'ad
      bin Abi Waqqash).
Apa maknanya?
 Rukuk yang dilakukan dengan tenang dan maksimal dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran
darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat
yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang.
Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat
terjaga kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan syaraf memori dapat
dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata menghadap ke tempat sujud.
3. "Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak."
Apa maknanya?
Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.
4. "Selepas itu, sujudlah dengan tenang.
" Apa maknanya?
Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar
sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.
5. "Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan  tenang."
Apa maknanya?
Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektri serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki.
Subhanallah!
Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudang
keutamaan, termasuk keutamaan wudhu. Semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugerah terindah dari Allah bagi hamba beriman.
Wallaahu a'lam.....

KESIMPULANNYA :
Bagi Umat muslim, shalat bukanlah sekedar untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun juga bermanfaat bagi kesehatan jiwa dan raga kita, apalagi sekarang sangat marak kata galau di kalangan anak muda. coba kita kembali di masa Rasulullah SAW dimana pada saat itu para sahabat Rasul merupakan orang-orang yang sangat hebat dalam mendirikan shalat. dan pada saat Rasulullah wafat pun para sahabat tetap menjaga shalatnya. kemudian mereka berhasil menyebarkan syariat syariat islam hingga penjuru dunia. sangat lah berbeda dengan masa sekarang yang sangat sulit untuk fokus dalam shalat kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar