Kata
Pengantar
Rasa syukur senantiasa tercurahkan
kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmatnya makalah ini bisa penulis
buat tanpa halangan suatu apapun. Dalam makalah ini penulis membahas tentang
“Efisiensi Produksi PT. Unilever. TBK”, namun tidak hanya itu yang penulis
sajikan, melainkan juga sejarah singkat serta inovasi dalam meningkatkat produk
di PT. Unilever.
Makalah ini dibuat dalam
rangka memenuhi tugas yang di berikan oleh Bpk. Adhi Prakosa selaku dosen
pembimbing Akuntansi Biaya. Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari sempurna. Namun meski demikian penulis telah melakukan semaksimal
mungkin untuk membuat makalah ini, karenanya kritik dan saran sangat penulis
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Demikian yang dapat penulisan
sampaikan,apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan penulis
mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena manusia itu adalah tempat salah dan
lupa.
Semoga
makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.
Bantul, 17 April 2016
Penulis
( )
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar .............................................................................................................
Daftar Isi ........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................
A. Latar
Belakang...............................................................................................
B. Rumusan
Masalah..........................................................................................
C. Tujuan............................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................
A. Sejarah PT. Unilever......................................................................................
B. Produk-Produk PT. Unilever .......................................................................
C. Strategi Dan Inovasi PT.Unilever Tbk...........................................................
D. Efisiensi
Produksi PT Unilever......................................................................
BAB III PENUTUP.......................................................................................................
A. Kesimpulan....................................................................................................
B. Rekomendasi.................................................................................................
C. Saran..............................................................................................................
D. Daftar
Pustaka...............................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di dalam persaingan industri yang semakin
maju ini perusahaan dituntut untuk selalu melakukan berbagai
cara agar perusahaan tersebut tetap dapat bertahan dalam pangsa pasar, mulai
dari melakukan berbagai inovasi yang memikat konsumen untuk perusahaan
produksi, serta melakukan efisiensi produksi untuk meminimalkan biaya produksi
dan meningkatkan jumlah produksi dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
Begitu juga yang dilakukan oleh PT Unilever
sebagai perusahaan multinasional yang memproduksi produk-produk kebutuhan
konsumen perlu melakukan berbagai inovasi yang bisa
memacu penjualan agar lebih tinggi dari tahun sebelumnya serta menciptakan
sebuah efisiensi dari segi bahan, waktu, maupun alat yang digunaan semaksimal
mungkin sehingga dapat memaksimalkan proses produksi.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
Sejarah PT Unilever?
2. Apa
saja produk dari PT Unilever?
3. Bagaimana
Strategi dan Inovasi PT Unilever?
4. Efisiensi
produksi apa yang diterapkan PT Unilever?
C.
Tujuan
Penulisan
Sehubungan dengan adanya suatu hal yang melatarbelakangi
masalah, maka ada beberapa hal yang menjadi tujuan dalam penyusunan makalah
ini, yakni:
1. Mengetahui
sejarah PT UNILEVER
2. Mengetahui
produk PT UNILEVER
3. Mengetahui
strategi dan inovasi PT UNILEVER
4. Mengetahui
efisiensi produksi yang diterapkan PT UNILEVER
BAB II
PEMBAHASAN
A. SEJARAH PT UNILEVER
Pt unilever Indonesia
tbk merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang produksi.
Perusahaan ini dibuat di Batavia ( sekarang Jakarta) oleh Tn.A.H van Ophuijsen
pada tanggal 5 Desember 1993.
Awal perjalanan perusahaan ini dengan mendaftarkan
15% sahamnya di bursa efek Jakarta dan bursa efek Surabaya setelah sebelumnya
mendapat izin dari Ketua Badan Pasar Modal (BAPEPAM) pada tanggal 19 november
1981.
Saat itu unilever memproduksi sabun, deterjen,
margarine, minyak sayur, dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makakan
dan minuman dari teh dan produk- produk kosmetik. Tidak cukup dengan itu,
unilever mulai mengembangkan perusahannya melalui kerjasama dengan PT Anugrah
Indah Pelangi untuk mendirikan perusahaan baru dengan nama PT Anugrah Lever (PT
AL) yang bergerak dibidang pembuatan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan
produk PT Anugrah Lever sendiri, produk dengan merk bango, parkiet &
sakura, serta merk- merk lain.
Tak berhenti sampai disitu, pada tanggal 3 juli
2002, PT Unilever mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad (TRB)
untuk mendirikan perusahaan baru dengan nama PT Technopia Lever (PT TL) yang
bergerak di bidang distribusi, ekspor, dan impor produk dengan merk domestos
nomos.
setelah perjalanan panjang PT Unilever telah melakukan akuisisi pada PT Knorr Indonesia dan kemudian melakukan penggabungan dengan PT Knorr Indonesia. Hingga tiba pada tahun 2007 PT Unilever menandatangani perjanjian dengan PT Ultrajaya Milk Industri & Trading Company Tbk (Ultra), perjanjian tersebut telah selesai pada bulan januari 2008.
setelah perjalanan panjang PT Unilever telah melakukan akuisisi pada PT Knorr Indonesia dan kemudian melakukan penggabungan dengan PT Knorr Indonesia. Hingga tiba pada tahun 2007 PT Unilever menandatangani perjanjian dengan PT Ultrajaya Milk Industri & Trading Company Tbk (Ultra), perjanjian tersebut telah selesai pada bulan januari 2008.
B.
PRODUK-PRODUK PT UNILEVER
PT unilever merupakan perusahaan
yang sangat mengedapankan masyarakat sebagai konsumennya, untuk itu PT unilever
terus menciptakan produk- produk yang bermanfaat untuk masyarakat. Produk-
produk unilever dibedakan menjadi 2 jenis yaitu home and personal care yang
berupa perlengkapan- perlengkapan kesehatan seperti sabun, detergen, sampo, dan
pasta gigi. Serta food and baverage yang merupakan produk makanan dan minuman.
Berikut
adalah contoh produk- produk unilever yang terbagi menjadi 2 jenis.
|
HOME
AND PERSONAL CARE
|
FOOD
AND BAVERAGE
|
|
Lifeboy
|
Blue Band
|
|
Lux
|
Royco
|
|
Clear
|
Sariwangi
|
|
Rinso
|
Snack Taro
|
|
Rexona
|
Wall’s
|
|
Pepsodent
|
Air mineral Prima
|
|
Molto
|
Kecap Bango
|
Terbukti bahwa produk- produk
tersebut telah mendapatkan penghargaan Indonesia Packaging Consumer Award 2005.
Jadi bisa dipastikan bahwa produk- produk dari unilever merupakan produk yang
berkualitas.
Untuk
tingkat penjualan tertinggi dari produk- produk tersebut adalah pada jenis home
and personal care dan di ikuti dengan food and baverage
Jika dilihat dari diagram diatas
penjualan produk home and personal care mencapai 73% sedangkan untuk produk
food and baverage hanya 27% saja, namun walaupun begitu unilever tetap
menciptakan inovasi- inovasi baru yang bertujuan untuk menarik lebih banyak
konsumen sehingga tingkat penjualan dari produk PT Unilever terus meningkat.
C.
STRATEGI DAN INOVASI PT.UNILEVER TBK
Salah satu contoh inovasi itu dengan membuat kemasan, mulai
dari sachet, tube, hingga kemasan tube dispenser atau kemasan menarik lainnya.
Beragamnya kemasan tersebut, membuat produk menjadi beragam ukurannya. Tiap
tahunnya, paling tidak Unilever menciptakan sebanyak 60 inovasi baru. Inovasi
itu juga ditunjukkan dengan inovasi jenis bentuk produk. Misalnya Sunlight yang
awalnya berbentuk batangan terus diciptakan inovasi bentuk cair. Begitu pula
dengan deodoran Rexona, dari bentuk roll
on menjadi spray.
Selain melalui inovasi ukuran dan bentuk, Unilever juga berinovasi dalam menyediakan beragam pilihan merek untuk jenis produk yang sama. Contohnya untuk perawatan wajah, ada produk Citra bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, kemudian Fair and Lovely, dengan harga menengah, kemudian satu tingkat di atasnya, ada produk Ponds. Kemudian, produk Paddle Pop yang disasar untuk anak-anak, dan ada produk Magnum dengan sasaran anak muda dan eksekutif muda.
Tidak berhenti sampai disitu saja, inovasi lain adalah dengan berusaha menarik konsumen dengan berbagai promosi yang sangat beragam. apabila selama ini masyarakat lebih mengenal Citra sebagai produk pelembut kulit yang hanya dapat digunakan di rumah, Unilever Indonesia kemudian menciptakan Rumah Cantik Citra. Di sana, konsumen bisa merasakan dipijat dengan Citra. Inovasi serupa juga dilakukan untuk produk food and beverages. Misalnya, produk es krim Magnum. Unilever juga menciptakan Magnum Cafe di Grand Indonesia dan konsumen dapat mencoba berbagai inovasi kuliner dengan campuran es krim Magnum.
Selain melalui inovasi ukuran dan bentuk, Unilever juga berinovasi dalam menyediakan beragam pilihan merek untuk jenis produk yang sama. Contohnya untuk perawatan wajah, ada produk Citra bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, kemudian Fair and Lovely, dengan harga menengah, kemudian satu tingkat di atasnya, ada produk Ponds. Kemudian, produk Paddle Pop yang disasar untuk anak-anak, dan ada produk Magnum dengan sasaran anak muda dan eksekutif muda.
Tidak berhenti sampai disitu saja, inovasi lain adalah dengan berusaha menarik konsumen dengan berbagai promosi yang sangat beragam. apabila selama ini masyarakat lebih mengenal Citra sebagai produk pelembut kulit yang hanya dapat digunakan di rumah, Unilever Indonesia kemudian menciptakan Rumah Cantik Citra. Di sana, konsumen bisa merasakan dipijat dengan Citra. Inovasi serupa juga dilakukan untuk produk food and beverages. Misalnya, produk es krim Magnum. Unilever juga menciptakan Magnum Cafe di Grand Indonesia dan konsumen dapat mencoba berbagai inovasi kuliner dengan campuran es krim Magnum.
Inovasi juga dilakukan Unilever
terhadap para karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut, yaitu dengan
mengarahkan karyawannya untuk dapat menjadi manajer. Saat bergabung bersama
Unilever, selama 18 bulan pertama, karyawan harus menjadi orang yang serius
agar nantinya dapat menjadi seorang manajer yang baik. Di kantornya juga
membangun sebuah gym di lantai
paling atas gedung. alasan tersendiri mengapa di membangun gym di lantai atas. Hal ini dimaksudkan
agar karyawan-karyawannya dapat berolahraga sambil rileks melihat pemandangan
yang ada.
D.
EFISIENSI
PRODUKSI PT UNILEVER
Demi
mencapai sebuah keuntungan semaksimal mungkin, unilever berupaya untuk terus
menyempurnakan proses produksinya, serta meminimalisir dampak- dampak yang di
timbulkan selama proses produksi. Dampak yang ada di unilever sendiri di
pengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor internal yang meliputi penggunaan sumber
daya alam dan energi, serta faktor eksternal yang meliputi limbah cair dan
sampah. Salah satu cara yang dilakukan unilever dalam mengatasi masalah
tersebut adalah dengan menerapkan sistem environmental management system (EMS)
yaitu sistem yang mengacu pada pengolahan sehingga tidak berdampak buruk pada
lingkungan.
Berbagai program telah di terapkan oleh PT. unilever
dalam penggunaan energi dan air sejak tahun 2003, hal itu bertujuan untuk
menghemat penggunaan energi dan air sehingga akan berdampak pada berkurangnya
jumlah emisi karbon yang terbuang serta menjaga agar persediaan air bersih
tetap melimpah. Dan terbukti setelah 2 tahun berjalan PT unilever telah
berhasil mengurangi jumlah penggunaan energi pabrik sebanyak 37 %. Sedangkan
ditahun 2005 pabrik rungkut telah sukses mengurangi pembuangan air limbah dari
proses produksinya dengan menggunakan teknologi pengolahan air limbah reverse
osmosis, teknologi tersebut merupakan alat pengolahan air limbah hasil produksi
yang kemudian digunakan untuk boiler dan menara pendingin. Kemudin untuk limbah domesrik yang berasal dari toilet dan
aktivitas pencucian masih dikirimkan ke saluran limbah.
Untuk penanganan limbah bahan berbahaya beracun
(B3), PT unilever menyimpannya dalam ruang penyimpanan khusus sebelum di buang
ke PPLI. Untuk limbah yang di kirim ke PPLI adalah limbah padat yang dihasilkan
dari kegiatan pencucian reaktor. Sedangkan untuk limbah yang tidak berbahaya
seperti plastik atau kemasan- kemasan yang rusak akan dikirim ke asosiasi Industry
Daur Ulang Plastik Indosesia (AIDUPI) yang telah bekerjasama dengan unilever
untuk menangani limbah plastik atau kemasan yang rusak dari hasil produksi,
yang kemudian limbah tersebut akan diolah menjadi barang – barang yang bisa
bermanfaat seperti ember dan keset dari plastik. Tercatat bahwa unilever telah
mengurangi biaya yang digunakan untuk membuang limbah yang mencapai 4800 ton/
tahun.
Unilever juga berhasil mengurangi
jumlah limbah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir melalui cara inovatif
untuk membuang lumpur dari instalasi pengolahan air limbah. Jumlah lumpur ini
mencapai 5 ton per hari. Pada 2006, pihak Unilever telah menandatangani nota
kesepahaman dengan produsen semen (PT Holcim) untuk mengolah lumpur air
limbahnya sebagai bahan baku di pabrik mereka. Sejak pendatanganan itu,
Unilever tidak lagi mengirim lumpur apa pun ke tempat pembuangan akhir.
Upaya lain yang dilakukan unilever adalah dengan
menganti bahan bakar boiler dari solar
menjadi gas alam pada 2003 dengan tujuan untuk mengurangi sulfur yang
dihasilkan dari gas alam. Namun upaya ini tidak sepenuhnya bekerja di beberapa
pabrik unilerver, seperti di rungkut yang mengalami ketidakstabilan dalam
pemasokan gas sehingga harus kembali menggunakan solar.
Salah satu instrumen untuk mencapai
sasaran efisiensi lingkungan Unilever adalah Total Productive Maintenance (TPM). Sejak tahun 1992, Unilever telah memakai pendekatan
TPM untuk menciptakan kondisi
pabrik yang ideal. Kerangka
kerja TPM didasari oleh lima
prinsip yaitu :
·
Seiri – Keteraturan. Pisahkan alat yang diperlukan dari alat yang
tidak diperlukan. Sediakan hanya alat yang diperlukan pada lantai produksi.
·
Seiton – Organisasi Tempat Kerja. Atur tempat kerja sehingga alat
yang diperlukan dapat diraih secara mudah dan cepat. Tempatkan sesuatu sesuai
dengan tempatnya.
·
Seiso - Pembersihan. Segera sapu, cuci, dan bersihkan semua yang
berada di tempat kerja setelah dipakai.
·
Seikhatsu - Kebersihan. Jaga kebersihan semua alat sehingga selalu
siap dipakai.
·
Shitsuke - Kedisiplinan. Setiap orang memahami, mematuhi, dan
menerapkan aturan di pabrik.
Kelima prinsip ini dipercaya mampu membantu mereka dalam menjaga peralatan sedekat mungkin dengan kondisi peralatan yang ideal, bekerja
lebih efisien, mengurangi waktu
mesin tidak beroperasi, serta
meningkatkan catatan keselamatan
kerja, kecelakaan fatal, kecelakaan
berakibat hilang waktu atau lost
time accidents (LTA), kasus yang menghambat
pekerjaan atau restricted work
cases (RWC), serta kasus yang menuntut
perawatan kesehatan atau medical
treatment cases (MTC).
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Unilever merupakan perusahaan yang memiliki
cita-cita tentang keadaan dimasa datang, dengan mengoptimalkan kinerja SDM
serta alat pendukungnya agar dapat menghemat produksi dari segi waktu, tenaga,
maupun perlengkapan yang digunakan. Unilever
berupaya menciptakan produk-produk yang ramah lingkungan demi mengurangi
dampak lingkungan yang ditimbulkan agar terciptanya hari esok yang lebih cerah.
B.
REKOMENDASI
Pada perusahaan PT Unilever perlu melakukan berbagai
inovasi baru yang harus dilakukan, mengingat banyaknya industri dibidang yang
sama serta kebudayaan masyarakat yang semakin modern memaksa setiap perusahaan
produksi harus menciptakan produk- produk yang praktis dan dianggap efisien
oleh masyarakat. Untuk itu yang perlu dilakukan Unilever adalah suatu
permbaharuan yang meliputi produk yang dihasilkan, alat yang dipakai dalam
menunjang produksi, serta strategi pemasaran yang digunakan. Ketiga faktor
tersebut sangat berhubungan dan saling melengkapi satu dengan yang lain,
inovasi produk yang lebih baik dapat dicapai dengan alat- alat penunjang
produksi yang lebih maju, kemudian masyarakat akan mengenal produk dan lebih
tertarik menggunakan produk tersebut daripada produk lain dengan strategi
pemasaran yang lebih professional.
C. SARAN
Saran yang dapat
disampaikan melalui makalah ini adalah setiap perusahaan yang bergerak di
bidang produksi perlu memperhatikan dampak negatif dari aktivitas produksinya
seperti sisa hasil produksi berupa sampah, limbah dan semacamnya yang tidak
termasuk dalam efisiensi sisa produksi, lalu berupaya meminimalisir dampak
tersebut dengan tetap memperhatikan lingkungan di bumi.
DAFTAR PUSTAKA
Rahmah, fitriyani.” Manajemen pemeliharaan”. 17
april 2016. http://fitriyanirahmah.blogspot.com/2012/12/pt-unilever-indonesia-tbk.html?m=1
Unilever.” Lihat brand- brand kami”. 17
april 2016. https://www.unilever.co.id/brands/?page=2
Unilever.” Sejarah kami”. 17 april 2016.
http://www.unilever.co.id/id/aboutus/ourhistory/
Putra, ade.” Strategi dan taktik PT. Uniever
Indonesia”. 17 april 2016. http://ade-putra.mhs.narotama.ac.id/2014/03/13/p-1-manajemen-strategi/