Cari Blog Ini

Jumat, 02 September 2016

MAKALAH EFISIENSI BIAYA PT. UNILEVER Tbk



Kata Pengantar

      Rasa syukur senantiasa tercurahkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmatnya makalah ini bisa penulis buat tanpa halangan suatu apapun. Dalam makalah ini penulis membahas tentang “Efisiensi Produksi PT. Unilever. TBK”, namun tidak hanya itu yang penulis sajikan, melainkan juga sejarah singkat serta inovasi dalam meningkatkat produk di PT. Unilever.
                  Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas yang di berikan oleh Bpk. Adhi Prakosa selaku dosen pembimbing Akuntansi Biaya. Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Namun meski demikian penulis telah melakukan semaksimal mungkin untuk membuat makalah ini, karenanya kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
      Demikian yang dapat penulisan sampaikan,apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena manusia itu adalah tempat salah dan lupa.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.



Bantul, 17 April 2016

             Penulis  
                                                                                                                         (                                )   



DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................................
Daftar Isi ........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................
A.    Latar Belakang...............................................................................................
B.     Rumusan Masalah..........................................................................................
C.     Tujuan............................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................
A.    Sejarah PT. Unilever......................................................................................
B.     Produk-Produk PT. Unilever  .......................................................................
C.     Strategi Dan Inovasi PT.Unilever Tbk...........................................................
D.    Efisiensi Produksi PT Unilever......................................................................
BAB III PENUTUP.......................................................................................................
A.    Kesimpulan....................................................................................................
B.     Rekomendasi.................................................................................................
C.     Saran..............................................................................................................
D.    Daftar Pustaka...............................................................................................












BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
        Di dalam persaingan industri yang semakin maju ini perusahaan dituntut untuk selalu melakukan berbagai cara agar perusahaan tersebut tetap dapat bertahan dalam pangsa pasar, mulai dari melakukan berbagai inovasi yang memikat konsumen untuk perusahaan produksi, serta melakukan efisiensi produksi untuk meminimalkan biaya produksi dan meningkatkan jumlah produksi dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Begitu juga yang dilakukan oleh PT Unilever sebagai perusahaan multinasional yang memproduksi produk-produk kebutuhan konsumen perlu melakukan berbagai inovasi yang bisa memacu penjualan agar lebih tinggi dari tahun sebelumnya serta menciptakan sebuah efisiensi dari segi bahan, waktu, maupun alat yang digunaan semaksimal mungkin sehingga dapat memaksimalkan proses produksi.
           

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Sejarah PT Unilever?
2.      Apa saja produk dari PT Unilever?
3.      Bagaimana Strategi dan Inovasi PT Unilever?
4.      Efisiensi produksi apa yang diterapkan PT Unilever?

C.    Tujuan Penulisan
Sehubungan dengan adanya suatu hal yang melatarbelakangi masalah, maka ada beberapa hal yang menjadi tujuan dalam penyusunan makalah ini, yakni:
1.      Mengetahui sejarah PT UNILEVER
2.      Mengetahui produk PT UNILEVER
3.      Mengetahui strategi dan inovasi PT UNILEVER
4.      Mengetahui efisiensi produksi yang diterapkan PT UNILEVER

BAB II
PEMBAHASAN

A.    SEJARAH PT UNILEVER
Pt unilever Indonesia tbk merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang produksi. Perusahaan ini dibuat di Batavia ( sekarang Jakarta) oleh Tn.A.H van Ophuijsen pada tanggal 5 Desember 1993.
Awal perjalanan perusahaan ini dengan mendaftarkan 15% sahamnya di bursa efek Jakarta dan bursa efek Surabaya setelah sebelumnya mendapat izin dari Ketua Badan Pasar Modal (BAPEPAM) pada tanggal 19 november 1981.
Saat itu unilever memproduksi sabun, deterjen, margarine, minyak sayur, dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makakan dan minuman dari teh dan produk- produk kosmetik. Tidak cukup dengan itu, unilever mulai mengembangkan perusahannya melalui kerjasama dengan PT Anugrah Indah Pelangi untuk mendirikan perusahaan baru dengan nama PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak dibidang pembuatan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk PT Anugrah Lever sendiri, produk dengan merk bango, parkiet & sakura, serta merk- merk lain.
Tak berhenti sampai disitu, pada tanggal 3 juli 2002, PT Unilever mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad (TRB) untuk mendirikan perusahaan baru dengan nama PT Technopia Lever (PT TL) yang bergerak di bidang distribusi, ekspor, dan impor produk dengan merk domestos nomos.
setelah perjalanan panjang PT Unilever telah melakukan akuisisi pada PT Knorr Indonesia dan kemudian melakukan penggabungan dengan PT Knorr Indonesia. Hingga tiba pada tahun 2007 PT Unilever menandatangani perjanjian dengan PT Ultrajaya Milk Industri & Trading Company Tbk (Ultra), perjanjian tersebut telah selesai pada bulan januari 2008.



B.     PRODUK-PRODUK PT UNILEVER     
            PT unilever merupakan perusahaan yang sangat mengedapankan masyarakat sebagai konsumennya, untuk itu PT unilever terus menciptakan produk- produk yang bermanfaat untuk masyarakat. Produk- produk unilever dibedakan menjadi 2 jenis yaitu home and personal care yang berupa perlengkapan- perlengkapan kesehatan seperti sabun, detergen, sampo, dan pasta gigi. Serta food and baverage yang merupakan produk makanan dan minuman.
Berikut adalah contoh produk- produk unilever yang terbagi menjadi 2 jenis.
HOME AND PERSONAL CARE
FOOD AND BAVERAGE
Lifeboy
Blue Band
Lux
Royco
Clear
Sariwangi
Rinso
Snack Taro
Rexona
Wall’s
Pepsodent
Air mineral Prima
Molto
Kecap Bango

            Terbukti bahwa produk- produk tersebut telah mendapatkan penghargaan Indonesia Packaging Consumer Award 2005. Jadi bisa dipastikan bahwa produk- produk dari unilever merupakan produk yang berkualitas.
Untuk tingkat penjualan tertinggi dari produk- produk tersebut adalah pada jenis home and personal care dan di ikuti dengan food and baverage
            Jika dilihat dari diagram diatas penjualan produk home and personal care mencapai 73% sedangkan untuk produk food and baverage hanya 27% saja, namun walaupun begitu unilever tetap menciptakan inovasi- inovasi baru yang bertujuan untuk menarik lebih banyak konsumen sehingga tingkat penjualan dari produk PT Unilever terus meningkat.

C.    STRATEGI DAN INOVASI PT.UNILEVER TBK
Salah satu contoh inovasi itu dengan membuat kemasan, mulai dari sachet, tube, hingga kemasan tube dispenser atau kemasan menarik lainnya. Beragamnya kemasan tersebut, membuat produk menjadi beragam ukurannya. Tiap tahunnya, paling tidak Unilever menciptakan sebanyak 60 inovasi baru. Inovasi itu juga ditunjukkan dengan inovasi jenis bentuk produk. Misalnya Sunlight yang awalnya berbentuk batangan terus diciptakan inovasi bentuk cair. Begitu pula dengan deodoran Rexona, dari bentuk roll on menjadi spray.
            Selain melalui inovasi ukuran dan bentuk, Unilever juga berinovasi dalam menyediakan beragam pilihan merek untuk jenis produk yang sama. Contohnya untuk perawatan wajah, ada produk Citra bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, kemudian Fair and Lovely, dengan harga menengah, kemudian satu tingkat di atasnya, ada produk Ponds. Kemudian, produk Paddle Pop yang disasar untuk anak-anak, dan ada produk Magnum dengan sasaran anak muda dan eksekutif muda.
            Tidak berhenti sampai disitu saja, inovasi lain adalah dengan berusaha menarik konsumen dengan berbagai promosi yang sangat beragam. apabila selama ini masyarakat lebih mengenal Citra sebagai produk pelembut kulit yang hanya dapat digunakan di rumah, Unilever Indonesia kemudian menciptakan Rumah Cantik Citra. Di sana, konsumen bisa merasakan dipijat dengan Citra. Inovasi serupa juga dilakukan untuk produk food and beverages. Misalnya, produk es krim Magnum. Unilever juga menciptakan Magnum Cafe di Grand Indonesia dan konsumen dapat mencoba berbagai inovasi kuliner dengan campuran es krim Magnum.
Inovasi juga dilakukan Unilever terhadap para karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut, yaitu dengan mengarahkan karyawannya untuk dapat menjadi manajer. Saat bergabung bersama Unilever, selama 18 bulan pertama, karyawan harus menjadi orang yang serius agar nantinya dapat menjadi seorang manajer yang baik. Di kantornya juga membangun sebuah gym di lantai paling atas gedung. alasan tersendiri mengapa di membangun gym di lantai atas. Hal ini dimaksudkan agar karyawan-karyawannya dapat berolahraga sambil rileks melihat pemandangan yang ada.
D.    EFISIENSI PRODUKSI PT UNILEVER
                        Demi mencapai sebuah keuntungan semaksimal mungkin, unilever berupaya untuk terus menyempurnakan proses produksinya, serta meminimalisir dampak- dampak yang di timbulkan selama proses produksi. Dampak yang ada di unilever sendiri di pengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor internal yang meliputi penggunaan sumber daya alam dan energi, serta faktor eksternal yang meliputi limbah cair dan sampah. Salah satu cara yang dilakukan unilever dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan sistem environmental management system (EMS) yaitu sistem yang mengacu pada pengolahan sehingga tidak berdampak buruk pada lingkungan.
Berbagai program telah di terapkan oleh PT. unilever dalam penggunaan energi dan air sejak tahun 2003, hal itu bertujuan untuk menghemat penggunaan energi dan air sehingga akan berdampak pada berkurangnya jumlah emisi karbon yang terbuang serta menjaga agar persediaan air bersih tetap melimpah. Dan terbukti setelah 2 tahun berjalan PT unilever telah berhasil mengurangi jumlah penggunaan energi pabrik sebanyak 37 %. Sedangkan ditahun 2005 pabrik rungkut telah sukses mengurangi pembuangan air limbah dari proses produksinya dengan menggunakan teknologi pengolahan air limbah reverse osmosis, teknologi tersebut merupakan alat pengolahan air limbah hasil produksi yang kemudian digunakan untuk boiler dan menara pendingin. Kemudin untuk  limbah domesrik yang berasal dari toilet dan aktivitas pencucian masih dikirimkan ke saluran limbah.
Untuk penanganan limbah bahan berbahaya beracun (B3), PT unilever menyimpannya dalam ruang penyimpanan khusus sebelum di buang ke PPLI. Untuk limbah yang di kirim ke PPLI adalah limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan pencucian reaktor. Sedangkan untuk limbah yang tidak berbahaya seperti plastik atau kemasan- kemasan yang rusak akan dikirim ke asosiasi Industry Daur Ulang Plastik Indosesia (AIDUPI) yang telah bekerjasama dengan unilever untuk menangani limbah plastik atau kemasan yang rusak dari hasil produksi, yang kemudian limbah tersebut akan diolah menjadi barang – barang yang bisa bermanfaat seperti ember dan keset dari plastik. Tercatat bahwa unilever telah mengurangi biaya yang digunakan untuk membuang limbah yang mencapai 4800 ton/ tahun.
Unilever juga berhasil mengurangi jumlah limbah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir melalui cara inovatif untuk membuang lumpur dari instalasi pengolahan air limbah. Jumlah lumpur ini mencapai 5 ton per hari. Pada 2006, pihak Unilever telah menandatangani nota kesepahaman dengan produsen semen (PT Holcim) untuk mengolah lumpur air limbahnya sebagai bahan baku di pabrik mereka. Sejak pendatanganan itu, Unilever tidak lagi mengirim lumpur apa pun ke tempat pembuangan akhir.

Upaya lain yang dilakukan unilever adalah dengan menganti bahan bakar boiler dari solar  menjadi gas alam pada 2003 dengan tujuan untuk mengurangi sulfur yang dihasilkan dari gas alam. Namun upaya ini tidak sepenuhnya bekerja di beberapa pabrik unilerver, seperti di rungkut yang mengalami ketidakstabilan dalam pemasokan gas sehingga harus kembali menggunakan solar.
Salah satu instrumen untuk mencapai sasaran efisiensi lingkungan Unilever adalah Total Productive Maintenance (TPM). Sejak tahun 1992, Unilever telah memakai pendekatan TPM untuk menciptakan kondisi pabrik yang ideal. Kerangka kerja TPM didasari oleh lima prinsip yaitu :
·         Seiri – Keteraturan. Pisahkan alat yang diperlukan dari alat yang tidak diperlukan. Sediakan hanya alat yang diperlukan pada lantai produksi.
·         Seiton – Organisasi Tempat Kerja. Atur tempat kerja sehingga alat yang diperlukan dapat diraih secara mudah dan cepat. Tempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya.
·         Seiso - Pembersihan. Segera sapu, cuci, dan bersihkan semua yang berada di tempat kerja setelah dipakai.
·         Seikhatsu - Kebersihan. Jaga kebersihan semua alat sehingga selalu siap dipakai.
·         Shitsuke - Kedisiplinan. Setiap orang memahami, mematuhi, dan menerapkan aturan di pabrik.
Kelima prinsip ini dipercaya mampu membantu mereka dalam menjaga peralatan sedekat mungkin dengan kondisi peralatan yang ideal, bekerja lebih efisien, mengurangi waktu mesin tidak beroperasi, serta meningkatkan catatan keselamatan kerja, kecelakaan fatal, kecelakaan berakibat hilang waktu atau lost time accidents (LTA), kasus yang menghambat pekerjaan atau restricted work cases (RWC), serta kasus yang menuntut perawatan kesehatan atau medical treatment cases (MTC).




BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Unilever merupakan perusahaan yang memiliki cita-cita tentang keadaan dimasa datang, dengan mengoptimalkan kinerja SDM serta alat pendukungnya agar dapat menghemat produksi dari segi waktu, tenaga, maupun perlengkapan yang digunakan. Unilever  berupaya menciptakan produk-produk yang ramah lingkungan demi mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan agar terciptanya hari esok yang lebih cerah.
B.     REKOMENDASI
Pada perusahaan PT Unilever perlu melakukan berbagai inovasi baru yang harus dilakukan, mengingat banyaknya industri dibidang yang sama serta kebudayaan masyarakat yang semakin modern memaksa setiap perusahaan produksi harus menciptakan produk- produk yang praktis dan dianggap efisien oleh masyarakat. Untuk itu yang perlu dilakukan Unilever adalah suatu permbaharuan yang meliputi produk yang dihasilkan, alat yang dipakai dalam menunjang produksi, serta strategi pemasaran yang digunakan. Ketiga faktor tersebut sangat berhubungan dan saling melengkapi satu dengan yang lain, inovasi produk yang lebih baik dapat dicapai dengan alat- alat penunjang produksi yang lebih maju, kemudian masyarakat akan mengenal produk dan lebih tertarik menggunakan produk tersebut daripada produk lain dengan strategi pemasaran yang lebih professional.

C.    SARAN
      Saran yang dapat disampaikan melalui makalah ini adalah setiap perusahaan yang bergerak di bidang produksi perlu memperhatikan dampak negatif dari aktivitas produksinya seperti sisa hasil produksi berupa sampah, limbah dan semacamnya yang tidak termasuk dalam efisiensi sisa produksi, lalu berupaya meminimalisir dampak tersebut dengan tetap memperhatikan lingkungan di bumi.
                 
DAFTAR PUSTAKA
Rahmah, fitriyani.” Manajemen pemeliharaan”. 17 april 2016. http://fitriyanirahmah.blogspot.com/2012/12/pt-unilever-indonesia-tbk.html?m=1

Unilever.” Lihat brand- brand kami”. 17 april 2016. https://www.unilever.co.id/brands/?page=2

Unilever.” Sejarah kami”. 17 april 2016. http://www.unilever.co.id/id/aboutus/ourhistory/

Putra, ade.” Strategi dan taktik PT. Uniever Indonesia”. 17 april 2016. http://ade-putra.mhs.narotama.ac.id/2014/03/13/p-1-manajemen-strategi/